oleh

Farah Nuriza Amelia Stimulasi Anak Muda Lampung Tiru Etos Belajar dan Bisnis Pemuda Shanghai

-Pemerintahan-19 Dilihat

BANDAR LAMPUNG – ECHANEWS.com

Wakil Ketua Anak Jalanan dan Terlantar KNPI Lampung Farah Nuriza Amelia bertekad senantiasa menstimulasi generasi millenial meraih masa depan yang bermanfaat bagi berbagai kalangan.

Kali ini dalam kunjungannya ke Lampung, Giliran siswa kelas 12 para peserta Pelajar Lampung Expo dari berbagai SMA se-Lampung yang menerima katalisasi Pembina Aksi Millenial tersebut.

Dalam Try Out bertema “Berjuang dalam proses, berproses untuk sukses menuju kampus” yang dihadiri Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Yanuar Irawan, Wakil Ketua DPD KNPI Lampung Rizal Perdana dan Ketua KNPI Lampung Iqbal Ardiansyah itu.

Farah Nuriza menyampaikan cara mengembangkan potensi diri dan cara meraih cita-cita agar tidak menjadi angan-angan.

“Di dunia nyata semua bisa terjadi melampoi ekspektasi dan kita harus siap memiliki rencana cadangan. Kita juga harus melatih skill terutama I T dan Bahasa Inggris, lalu kuat memotivasi diri, Siap berkompetisi dan menentukan target”, Beber bakal calon DPD RI Dapil Lampung, Sabtu, (12/11/2022).

Sekarang, pekerjaan tidak terkonsentrasi sebagai pegawai negeri, Pegawai Bank mau oun BUMN. Tiap individu atau komunal berkesempatan memilih peluang kerja sesuai bakat dan minat.

“Dalam entertaint, misal banyak juga kok anak muda yang sukses berpenghasilan sebagai Master of Ceremony (MC). Tapi jangan lupa juga untuk terus melatih potensi diri. Karena sekarang zamannya globalisasi dan kemajuan Teknologi Internet maka hal mendasar yang harus terus dilatih ya teknologi dan Bahasa Inggris,” Ungkapnya disela acara Try Out dalam GSG Unila.

Sebagai pelajar Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan di Shanghai, Tiongkok– Farah pun mengajak anak millenial Indonesia, lebih khusus Lampung untuk paling tidak meniru etos perjuangan pelajar atau pemuda Tiongkok.

“Jadi waktu itu saya tinggalnya di dorm (asrama) yang penghuninya dari lintas internasional. Dorm itu kecil, Tapi hampir semua isinya bahan bacaan untuk menunjang wawasan pendidikan dan pergaulan. Mereka itu kalau belajar ya beneran belajar. Bisa satu semester itu belajar terus,” ungkapnya.

Antusias tinggi pelajar di Shanghai inilah yang diharapkan Farah dapat ditiru calon mahasiswa mau pun generasi penerus bangsa Indonesia, terkhususnya Lampung. Sebab, pelajar di negeri Tirai Bambu itu juga tidak suka menyia-nyiakan waktu.

“Di sana juga pelajar itu enggak cuma baca buku dan ngikutin materi dari sekolah. Tapi mereka juga antusias ikut les. Jadi kalau lesnya jam tiga sore, ya mereka dateng sebelum waktunya. Paling lambat dateng tepat waktu,” Tutur Farah memberi semangat untuk 1.500 siswa dan siswi yang hadir dalam kegiatan ini.

Baginya, anak-anak muda di Shanghai memiliki intensitas motivasi. Mereka juga tetap berbisnis atau berwirausaha disela-sela waktu luang belajar baik formal mau pun non formal.

“Nah ini juga jadi pengalaman berkesan saya selama belajar di Shanghai. Jadi kalau mereka bisnis itu bener-bener menjaga kepuasan customer. Mereka akan menjemput kita, mengantar dan memberi informasi tempat-tempat tujuan serta harganya. Yang lebih penting, mereka itu bener-bener jujur,” cerita Farah saat mengingat kesan selama hidup di tengah orang-orang Tiongkok.

“Saya baca berita, belakangan generasi penerus kita di Lampung banyak yang melakukan giat negatif, seperti tawuran dan kedapatan membawa sajam. Pesan saya, mending manfaatkan masa muda untuk belajar meningkatkan soft dan hard skill serta berbisnis untuk tabungan masa depan,” ajaknya agar generasi millenial dapat menentukan target hidup yang positif dan bermanfaat bagi keluarga, bangsa dan diri sendiri.

Ketua pelaksana Pelajar Lampung Ekspo Fina Wijhaida mengungkap, pihaknya sengaja mendatangkan narasumber kompeten dan berpengalaman serta berwawasan sehingga para peserta menerima materi penting sebagai bekal masuk perguruan tinggi mau pun bekal meraih cita-cita.

“Untuk bisa ikut Pelajar Lampung Ekspo, peserta mesti bayar tiket. Ada yang harganya 25, 35, 45 dan tiket on the spot kita jual 50 ribu. Jadi kalau narasumbernya enggak kompeten sehingga kedatangan adik-adik kita sia-sia belaka, ya kita juga merasa bersalah,” katanya Fina.

Hadir juga dalam Pelajar Lampung Ekspo perwakilan pergutuan tinggi dari Universitas Teknokrat Indonesia, Darmajaya dan Universitas Terbuka.

(El_red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *