oleh

Sidang Gugatan Praperadilan terkait Penangkapan dan Penetapan status sebagai Tersangka

Tulang Bawang, Echanews.Com

Dalam agenda sidang gugatan Praperadilan terkait penahanan dan Penetapan tersangka oleh Oknum anggota Polres Tulang Bawang Polda Lampung, yang di ajukan oleh Advokat Rajawali Nusantara Satu selaku Kuasa Hukum dari tersangka MS di Pengadilan Negeri Menggala belum menuai titik terang. Kamis 04/08/22.

Sidang praperadilan yang di gelar oleh Pengadilan Negeri Menggala, Advokat Rajawali Nusantara Satu, dalam Persidangan gugatan Praperadilan terkait penahanan dan penetapan tersangka yang berinisial MS, menghadirkan beberapa Pengacara Hukum (PH) dan Ahli Hukum dari Unila untuk melakukan pembelaan terhadap tersangka MS yang di duga melakukan tindak pidana asusila.

Advokat Rajawali Nusantara satu menghadirkan,” Hendri Cutangjung. S.H. Romi Handoko, S.Hi. Riyan Maulana, S.E, S.H., M.H. Nurkholis, S.H. untuk melakukan upaya pembelaan terhadap tersangka dalam hal penangkapan dan penetapan tersangka atas dugaan perbuatan melakukan tindak pidana asusila.

Hendri Cutanjung, S.H saat diwawancarai oleh beberapa awak Media, terkait adanya pengajuan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Menggala menjabarkan, “Dasar hukum, pihak Kami mengajukan praperadilan yakni berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi nomor 21/PUU-XII/2014 yang pada Pokoknya menyatakan bahwa Lembaga Praperadilan berwenang untuk menguji sah atau tidak sahnya penetapan tersangka sebagai pintu masuk upaya paksa dan lainnya seperti penangkapan dan penetapan tersangka MS yang di lakukan oleh pihak oknum kepolisian Polres Tulang Bawang. “Ungkapnya.


Adapun gugatan praperadilan yang diajukan oleh Pihak pemohon setelah MS ditetapkan
sebagai tersangka kasus dugaan pelecahan seksual oleh oknum anggota polres tulang Bawang Polda Lampung, guna mendengarkan keterangan dari beberapa saksi yang di hadirkan dalam persidangan gugatan terkait hal penangkapan dan penetapan MS sebagai tersangka.

Diwaktu bersamaan kuasa Hukum dari Advokat Madia Polda Lampung, kepada awak media mengungkapkan,” Pihaknya mengapresiasi adanya gugatan praperadilan Karena dalam penangkapan dan penetapan sebagai tersangka, yang bagaimana dan dengan objek apa saja yang dilakukan oleh anggota polisi, Praperadilan juga tempat mekanismenya kontrol masyarakat kepada Lembaga Polri agar tidak sewenang-wenang dalam melakukan tugas dengan mengakomodir suatu permasalahan dan dalam KUHP lahirnya pasal-pasal yang mengakomodir hak-hak tersangka sebagai bentuk penghormatan hak asasi manusia. “Jelasnya.


Dari kedua belah pihak masing-masing kuasa hukum Pemohon dan Termohon, berharap Kepada Pihak Pengadilan Negeri Menggala Kabupaten Tulang Bawang , kiranya dapat menilai dan memberikan keputusan terhadap perkara gugatan Praperadilan terkait penangkapan dan penetapan status tersangka apakah sah atau tidak sah.

(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.