oleh

Diduga pelaksanaan kegiatan Pembuatan drenase Bakung Ilir asal Jadi

Tulang Bawang, Echanews.com

Pelaksanaan Proyek pekerjaan Drenase Kampung Bakung Ilir, Kec.Gedung Meneng diduga di kerjakan asal – asalan. Senin, 13 Juni 2021

Faktanya, terbukti pelaksanaan pekerjaan tersebut menurut beberapa warga Bakung Ilir yang tidak mau namanya disebut2, mereka mengatakan,” bahwa bangunan Drenase saat pemasangan batunya terpasang berdiri dan pada sela antara batu disinyalir banyak menggunakan tanah bukan adukan semen.

 

 

 

Bangunan ini diduga tidak mempunyai pondasi yang cukup, yang tidak sesuai RAB yang telah di tentukan,” cetusnya kepada awak media.

Proyek pembangunan Drenase itupun telan anggaran nilainya tidak diketahui pasalnya pada pelaksanaan kegiatan pembangunan Drenase tidak ada pemberitahuan yang dengan sengaja tidak memasang papan Pelang pagu anggaran.

Salah seorang pelaksanaan pembangunan Drenase, saat di minta keterangan terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut yang diduga asal jadi mengatakan, pihak aparatur kampung sudah memerintahkan tukangnya untuk segera melaksanakan pembangunan drenase yang sifatnya asal jadi.

Selain itu, saat di singgung berapa nilai anggaran dalam proyek tersebut bersumber dari anggaran dana desa, tampaknya agak gelagapan dan ia mengatakan tidak bisa menjelaskan dengan alasan takut salah.

“ hal yang sudah biasa terjadi, dengan kata singkat kepala tukang melontarkan kalimat silahkan tanya kepada pak carik atau kepala Kampung langsung, dasarnya mereka yang telah memberikan tugas tersebut kepada kami,” katanya.

Ironisnya, dimana bangunan Drenase tersebut yang diduga asal jadi, juga manfaatnya yang tidak akan lama di rasakan oleh masyarakat akibat bangunan yang di kerjakan asal jadi, dampaknya jika Drenase itu roboh maka batu2 akan menutupi aliran air hujan hingga air akan membanjiri jalan.

Kita berharap pada Pemerintah Darah khususnya dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintah kampung. Kiranya dapat menegur aparat kampung, terkait
Pelaksanaan pembangunan Drenase yang disinyalir tidak mengutamakan kualitasnya, diduga pembangan yang dilakukan asal jadi guna mempermudah pengerjaan juga adanya niat meraup keuntungan yang besar, Pungkas mereka,” warga.
(Yanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *