oleh

Diduga Ada Kong Balikong Oknum Dinas Sosial Tuba VS Oknum PT. Pos

-Peristiwa-820 views

Menggala, EchaNews.com

Tingkatkan Pengawasan Bantuan Sosial terkait Pandemi global Covid-19 Exstra tinggi. Jum’at, 15/05/2020.

Paktanya, ” Kelurahan Menggala Selatan kec. Menggala Kab. Tulang Bawang, Lurahnya, ” menyampaikan kepada  awak media, ! Hal terkait atas Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial yang diduga ada main di blakang layar.

Musoli selaku lurah mengsel, ” menyampaikan terkait BST yang tidak ada kejelasan dan keteransparansi dari pihak kantor pos dan dinas sosial , pasalnya lurah menyampaikan kedinas hal tersebut terkesan tidak dihiraukan, terlebih lagi
kurangnya transparansi, lurah mempertanyakan terkait data Tambahan penerima BTS dikelurahan mengsel, kabid menjawab kami nggak tau dan tidak ada nama2 penerima BTS, karena kami hanya kirim kan data yang sudah diverifikas.

Lurah,  ‘ menduga adanya indikasi kecurangan – kecurangan oknum nakal, dari pihak terkait.

Langkah cepat, ” Rekan Media dan LSM begegas  mengungambil.  Terkait informasi tersebut yakin  hal2 yang mencugakan atas kurangnya transparansi pihak 2 terkait, dengan mengkonfirmasi mulai dari tingkat kepala bagian yang membidangi hal terkait. guna mencari informasi serta keterangan data penerima serta tambahannya BTS, yakni nama2 dan jumlah yang sudah menerima dan sebelum menerima undangan untuk pengambilan dana BST.

“Setelah kami telusuri ke tiga kantor tersebut sama dan bedatipis jawabnya dan terkesan saling tuding satu sama lain, lurah tuding pihak dinas, dari Dinas mengatakan pembagian BTS itu semuanya sudah diserahkan langsung dari pusat ke kantor pos

Kabid yang membidang Fakir miskin dan kematian menjelaskan, ” data penerima BST tersebut diperoleh melalui seleksi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data ini masuk melalui verifikasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) .

 

Data inilah yang kemudian dikirim ke pusat untuk diproses, guna mendapatkan bantuan senilai Rp600 ribu per bulan setiap keluarga melalui PT Pos Indonesia.

Singkatnya teampun begegas menuju kantor pos untuk menemui Kepala kantor pos untuk di konfirmasi untuk di mintai keterangan terkait penambah penerima BTS, Namun” hal terjadi diduga Kepada kantor pos yang berinisial MZ dengan sengaja memberikan keterangan salah, faktanya, ” MZ mengatakan berkali2 undangan tambahan tersebut sudah saya serahkan ke lurah Menggala Selatan kec.mgl kab. Tuba sikitar pukul 11 : 00 wib atau sebelum jum’Atan ,” katanya. Mz..

 

Lanjutan konfirmasi seusai  berbuka puasa, Waktu yang sudah di sepakati bersama.

 

Team, ” Sepulang dari kantor pos kami langsung menuju ke rumah pak lurah, Saat itu lurah tidak berada di tempat, singkatnya kami kontak lurah via telepon, alhasil dengan serontak nada keras lurah musolli mengatakan dia Marzuki (Kepala kantor pos) jangan mengada – ada saya nggak pernah ditelpon dia dan nggak ada satupun undangan tersebut sampai ke tangan saya ataupun setap2 kantor.

 

Kepala kantor pos menggala Konta rekan media dan LSM,  pukul  : 09: 20 Wib . Sebutnya, ”  bang ini data nya masih di., Saya ,,,  alasannya, “”   tindihan2aln bang…. 

 

 

Data yang berbentuk undangan ini carut marut alias comot2  dari klurahan lain yang cukup dengan jumlah 81 lLembar (orang)

 

Data tamban sebanyak 81 Lembar  yang becampuran dari kelurahhan lain, data yang berbentuk undangan ini di  terpaksa dikdi akui dan di keluarkan oleh  marzuki pada pukul 23 : 13 wib di kantor pos menggala. Yang di saksikan oleh beberpa orang dan juga melibatkan pegawai kelurahan.

 

Lurah menekan , ” Hal inilah yang sangat saya sayangkan dengan dia(MZ) selaku kepala kantor pos, kenapa dia harus berbicara bohong dan mengkbinghitamkan saya, jadi dalam hal ini saya selaku panutan lurah hormat dengan sangat terkait data tambahan penerima BST, saya minta kepada Abang2 rekan media dan LSM untuk mengungkapkan kebenaran yang sebenarnya dan sedtil – detilnya, , ” saya mendukung penuh kalaupun harus mibatkan pihak insitusi (Yang berwajib) dan saya juga mengucapkan terima kasih karena sudah bekerja keras dalam upaya mencari titik kebenaran, walau sebatang rokokpun saya blum biasa kasih apalagi uang minyak yah Taulah bang zaman covid,,, h h h , Tutupnya,” musolli. (Red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *