oleh

Diduga Ada Kong Balikong Oknum Dinas Sosial Tuba VS Oknum PT. Pos

-Peristiwa-33 views

 

Menggala, EchaNews.com

Tingkat kesadaran Masyarakat akan Pengawasan Bantuan Sosial terkait Pandemi global Covid-19 Exstra tinggi. Jum’at, 15/05/2020.

Paktanya, ” Salah satu Kampung di seputar Kab. Tulang Bawang, ada warga masyarakat menyampaikan/ Melaporkan kepada pihak Kelurahan terkait adanya Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial yang Terkesan tidak tepat sasaran.

” Warga yang menyampaikan terkait BST yang tidak tepat sasaran Kecewa , pasalnya warga menyampaikan hal tersebut terkesan tidak dihiraukan, terlebih lagi
kurangnya transparansi dari aparatur kampung/ Desa, karena warga ” sebut saja simanis , mempertanyakan data penerima BTS dikampung tesebut, Kepala kampung menjawab kami nggak tau dan tidak ada nama2 penerima BTS, karena kami diserahkan di kantor pos, ini glondongon dan itupun langsung kami bagikan melalui RT2.

Simanis menduga adanya indikasi kecurangan – kecurangan oknum nakal, dengan di dasari kesadaran pengawasan Yang tinggi dan ikhlas , simanis langsung meminta bantuan kepada Rekan Media dan LSM untuk bekerja sama guna mengungkapkan hal yang mencurigakan atas kurangnya transparansi pihak 2 terkait, dengan mengkonfirmasi mulai dari tingkat kepala kampung, Dinas sosial hingga merucut ke kantor pos, guna mencari informasi serta keterangan data penerima BTS, yakni nama2 dan jumlah yang sudah menerima undangan untuk pengambilan dana BST.

“Setelah kami telusuri ke tiga kantor tersebut sama dan bedatipis jawabnya dan terkesan saling tuding satu sama lain, Kepala kampung tuding pihak dinas, dari Dinas mengatakan pembagian BTS itu semuanya sudah diserahkan langsung dari pusat ke kantor pos

Kabid yang membidang Fakir miskin dan kematian menjelaskan, ” data penerima BST tersebut diperoleh melalui seleksi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data ini masuk melalui verifikasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) .

 

 

Data inilah yang kemudian dikirim ke pusat untuk diproses, guna mendapatkan bantuan senilai Rp600 ribu per bulan setiap keluarga melalui PT Pos Indonesia.

Singkatnya teampun begegas menuju kantor pos untuk menemui Kepala kantor pos untuk di konfirmasi untuk di mintai keterangan terkait penambah penerima BTS, Namun” hal terjadi diduga Kepada kantor pos yang berinisial MZ dengan sengaja memberikan keterangan salah, faktanya, ” MZ mengatakan berkali2 undangan tambahan tersebut sudah saya serahkan ke kepala kampung sikitar pukul 11 : 00 wib atau sebelum jum’Atan ,” katanya. Mz..

Team, ” Sepulang dari kantor pos kami langsung menuju ke rumah pak kakam, Saat itu kakam tidak berada di tempat, singkatnya kami kontak kakam via telepon, alhasil dengan serontak nada keras kakam mengatakan dia (Mz) jangan mengada – ada saya nggak pernah ditelpon dia dan nggak ada satupun undangan tersebut sampai ke tangan saya ataupun setap2 saya.

Kakam menekan , ” Hal inilah yang sangat saya sayangkan dengan dia(MZ) selaku kepala kantor pos, kenapa dia harus berbicara bohong dan mengkbinghitamkan saya, jadi dalam hal ini saya selaku panutan warga hormat dengan sangat terkait data tambahan penerima BST, saya minta kepada Abang2 rekan media dan LSM untuk mengungkapkan kebenaran yang sebenarnya dan saya mendukung penuh kalaupun harus mibatkan pihak insitusi (Yang berwajib) dan saya juga mengucapkan terima kasih karena sudah bekerja keras dalam upaya mencari titik kebenaran, walau sebatang rokokpun saya blum biasa kasih apalagi uang minyak yah Taulah bang zaman covid,,, h h h , Tutupnya,” ucup. (Red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *