oleh

Anggota DPRD Lampung Sosialisasi Perda No 1 Tahun 2019

 

echanewscom -Tulang Bawang Barat. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lampung dapil 6, Maulida Zauroh gelar sosialisasi peraturan daerah (Nomor 1 Tahun 2019) tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiftif lainnya di gedung aula Pondes Hidayatul Mubtadiin (MhM) Dayamurni, minggu (26/01/20).

Tampak hadir dalam acara tersebut, Dr Edi Winarso, Kasat Narkoba Polres Tubaba AKP Eden Panjaitan, serta ratusan tamu undangan.

Kegiatan Sosialisasi peraturan daerah ini terkait tengtang bahayanya narkoba di Lampung.

“Bicara tentang Narkoba adalah berbicara soal problematika yang sangat memprihatinkan di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung, bagaimana tidak, saat ini peredaran Narkotika di tanah air sangat luar biasa, bisa dilihat hampir setiap hari selalu ada pemberitaan tentang Narkoba, “Kata Maulifa Zauroh dalam sambutannya.

”Oleh sebab itu, dibawah Kepemimpinan Gubernur Lampung Ir.H.Arinal Djunaidi dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung gencar melakukan Sosialisasi Perda (Nomor 1 Tahun 2019) Tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahguna Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, ”imbuhnya.

Sebagai narasumber bidang kesehatan, Dr Edi Winarso menyampaikan pengarahan bahaya narkoba di bidang medis. Menurutnya, narkoba ialah narkotika dan obat/bahan berbahaya sedangkan napza ialah narkotika dan zat adiktif. “Narkoba itu sangat mengerikan karena dapat mengakibatkan kerusakan fisik/badan, kerusakan/psikis, gangguan kehidupan sosial dan kematian, ”ungkapnya.

Masih ketua IDI kabupaten Tubaba, “Gangguan pada otak dan sistem syaraf seperti kematian sel otak, kehilangan daya pikir dan logika, kehilangan daya ingat serta tidak bisa berfikirjernih. Lalu juga bisa ada gangguan pada jantung dan pembuluh darah yang mengakibatkan takanan darah naik drastis hingga pembuluh darah pecah dan stroke. Kemudian bisa mengakibatkan keseimbangan cairan/dehidrasi seperti lupa makan dan minum serta fungsi semua organ menurun, ”jelasnya.

Ditempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Tubaba AKP Nasir Eden Panjaitan saat memberikan keterangan tentang bahaya narkoba di bidang hukum menyampaikan “Saya sangat senang dengan dikeluarkan Perda dari Pemerintah Provinsi lampung tentang bahaya narkoba ini, ”ucapnya.

Menurutnya, bahwa di Kabupaten Tubaba ini diduga, masih banyak yang penyalahguna narkoba. “Alhamdullilah selama Polres tubaba ini berdiri sudah ada 11 pengguna maupun pengedar yang sudah berhasil kita amankan 4 diantaranya masih di polres sisanya sudah kami kirim ke polres, ”lanjutanya.

Pada kesempatan itu pula dirinya menghimbau kepada masyarakat agar mau melakukan giat membrantas peredaran narkoba dengan cara melaporkan kepada polisi bila ada penyalah gunaan narkoba disekitar.

“Saya berharap kepada segenap elemen masyarakat agar mau melaporkan semua tindak kejahatan terutama narkoba, mengingat sangat membahayakan masyarakat terutama kaum pemuda dan jangan sampai takut terhadap ancaman karena kami akan rahasiakan terkait identitas pelapor, ”tutupnya.(*/Elman)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *