oleh

Kepala Kampung Rejo Sari DiDuga Kuat Mark’up Penggunaan Anggaran ADD Tahun 2018

Tulang bawang,echanews.com

pasal nya inpormasi yang kami himpun melalui Tim, yang turun lapangan, terlihat kantor desa yg Terkesan jarang dipungsikan dan sangat memperihatinkan, Tampak  kumuh karena tidak adanya perawatan. dan tidak satu pun aparat kampung yg bisa tim temui di kantor untuk mempertanyakan perihal terkait dugaan mark up dana desa tahun 2018. Yang dilakukan oknum kampung Rejo sari , Tgk 18/5/2019

kuat dugaan kami,”  Kakam Nano Alamsyah Mark up dana desa, Dasarnya menurut keterangan salah satu setap kampung yang menjabat Selaku sekdes, harun dirumahnya dengan tim.
Menurut harun terkait balai kampung yg kumuh dan terkesan tidak adanya perawatan itu sebenarnya bukan kantor desa itu tempat ibu ibu posyandu, karena kampung kita belum ada balai desa atau kantor maka kita pakai dulu untuk sementara waktu.
masalah aparat kampung yang tidak ngantor itu sengaja kita libur kan selama bulan puasa untuk tidak ngantor dulu diam dirumah saja,” ujarnya.

Harun,” terkait masalah angaran kantor desa peralatan perawatan operasional/insentif guru ngaji atau ibu PKK dan guru paud semua itu saya tidak tau menahu termasuk dibidang pembangunan kampung ini karena yang hendel semuanya paklurah/ kakam.
seperti aparat kampung bpk maupun yang lain itu tidak dipungsikan
Jadi selama ini pak lurah belanja sendiri dikerjakan dia sendiri dana desa itu.
” Setau saya bangunan kampung angaran tahun 2018 hanya membuat gorong gorong kecil 15.unit. Talut 540 m. Dan timbunan jalan cuma itu saja mas ,” ucapnya ke tim.

 

Di tempat yang berbeda, salah satu warga yg tidak mau disebutkan namanya dipemberitaan
Sebut saja.A paparnya di hadapan Tim ada pekerjaan Talut  dikampung ini yang baru selesai dibangun.
Cuma ada beberapa bulan kemudian Talut yang baru dibangun itu sudah roboh.

Lanjut A,” bukan hanya itu saja dikampung kami ini ada perogram perona / ptsl   pembuatan sertifikat tanah serentak
Dimana masyarakat yang ingin ikut pendapatan pembuatan sertifikat tersebut harus membayar pendaptaran sebesar 200 ribu. itu pun ada yang bayar lebih dari 200
setelah sertifikat kita jadi masih ada lagi biyaya tambahan yang dibebankan kemasyarakat oleh oknum kampung,”jelasnya.

Berdasarkan keterangan tersebut,” tim jarak news Beserta EchaNews.com, meningkat waktu yang sangat singkat, tim langsung tenemui kepala kampung yg akrap disapa nano dikediaman nya.

untuk kompermasi terkait inpormasi dan untuk pemberitaan yang berimbang, terkait adanya dugaan mark up penggunaan anggaran Negara dan adanya pungli atas perogram sertifikat tanah serentak (PRONA),
Namun kakam yang akrap dengan sapaan nano itu tidak berada ditempat, pihak tim pun mencoba hubungi lewat pia hp. Beberapa kali, itu tidak diangkat .

Masyarakat,” sangat mengharapkan kepada pihak itansi hukum yg terkait insefektorat dan Kapolres tulang bawang Ataupun pihak dari kejaksaan Negeri Tulang bawang,. Kiranya bisa menindak lanjuti atas pemberitaan kami, dengan oknum salah satu kakam Rejo Sari Nano Alamsyah. Atas dugaan perbuatan
melawan hukum, yakni mar”up dana desa dan pungli pungutan liar (pungli).
Dengan Harapan masyarakat kedepannya tidak ada lagi oknum kakam yang berniat melakukan tindakan yang dapat merugikan negara.

(Antara/des)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *